Sistem hidrolik digunakan untuk menggerakkan mesin konstruksi seperti mesin penggerak tanah, serta mesin pabrik, mesin pertanian, dan bahkan sistem kelautan. Dua elemen penting dari struktur sistem tersebut meliputi pompa hidrolik dan motor hidrolik.
Meskipun serupa dan beroperasi dalam rangkaian yang sama, keduanya menjalankan fungsi yang sepenuhnya berbeda. Mengetahui perbedaan antara motor hidrolik dan pompa hidrolik membantu seseorang dalam profesi insinyur, teknisi, atau pembeli untuk membuat keputusan yang efisien, aman, dan berkinerja jangka panjang.
Untuk membuat perbandingan antara keduanya, sebaiknya kita menetapkan bagaimana masing-masing aspek berkontribusi pada keseluruhan proses hidrolik.
Pompa hidrolik mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa ini mengubah daya putar yang dihasilkan oleh penggerak utama, misalnya, motor listrik atau mesin pembakaran internal, menjadi energi aliran fluida. Aliran ini menghasilkan tekanan hanya dalam kasus-kasus di mana terjadi hambatan dalam sistem.
Sederhananya, pompa tersebut tidak mengangkut beban, melainkan cairan. Tekanan yang dihasilkan merupakan hasil dari hambatan yang diterapkan pada sistem, bukan pada pompa.
Pompa melakukan kebalikan dari motor hidrolik. Pompa mengubah energi hidrolik menjadi energi mekanik dan menghasilkan torsi serta energi rotasi. Saat cairan hidrolik dipompa ke dalam motor, cairan tersebut memaksa bagian-bagian internal untuk membuat poros berputar dan bekerja.
Motor hidrolik tidak dapat diterapkan ketika diperlukan gerakan bertenaga yang terkontrol dan berdaya tinggi, seperti memutar konveyor, menggerakkan derek, atau menggerakkan sistem roda atau rel.
Meskipun kedua bagian tersebut bekerja dengan cairan hidrolik dan dapat memiliki desain yang serupa, keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda dan karakteristik kinerja yang berbeda pula.
Perbedaan paling mendasar adalah ukuran dalam arah konversi energi. Motor hidrolik mengubah aliran fluida menjadi keluaran mekanis, dan motor hidrolik mengubah masukan mekanis menjadi aliran fluida, seperti halnya pada pompa dan motor hidrolik.
Pompa memulai kerja sistem, dan motor bertindak sebagai respons terhadap kerja tersebut dengan melakukan pekerjaan yang bermanfaat.
Pompa diatur sedemikian rupa sehingga aliran tetap konstan. Motor dioptimalkan untuk memberikan torsi dan kontrol kecepatan. Hal ini membuat motor dapat diaplikasikan pada aplikasi di mana hambatan beban tidak dapat diprediksi, namun pergerakan yang halus tetap dibutuhkan.
Pompa dan motor mungkin tampak serupa dari luar, tetapi desain internalnya juga bisa berbeda tergantung pada fungsinya.
Motor hidrolik dibuat menggunakan bantalan sambungan tinggi dan penyangga poros untuk menahan gaya beban konstan. Fluida mengalir ke pompa, dan pompa hampir tidak menahan torsi beban; oleh karena itu, pompa memiliki beban mekanis internal yang lebih rendah. Perbedaan ini memengaruhi kemungkinan daya tahan, masa pakai, dan kebutuhan perawatan.
Kebocoran internal adalah hal normal baik pada pompa maupun motor, meskipun motor dirancang sedemikian rupa sehingga kebocoran tidak memengaruhi kekuatan torsi. Namun, celah internal yang rapat digunakan pada pompa untuk memastikan efisiensi volumetrik.
Inilah salah satu alasan mengapa pompa cenderung digunakan sebagai motor tanpa mempertimbangkan desain yang tepat, atau akibatnya menjadi tidak efektif dengan penurunan kinerja atau kegagalan.
Beberapa pompa hidrolik dapat digunakan sebagai motor, terutama pompa roda gigi. Pompa ini dapat berputar dan menghasilkan tenaga mekanik, asalkan fluida bertekanan dipaksa melewatinya. Namun, ini tidak berarti bahwa pompa tersebut cocok sebagai pengganti.
Motor dalam bentuk pompa cenderung kurang efektif, menghasilkan panas berlebih, dan rentan terhadap kerusakan bantalan. Torsi keluaran kontinu dan beban lateral pada poros tidak dirancang untuk ditanggung oleh motor jenis ini. Motor hidrolik yang dirancang khusus lebih aman, lebih efisien, dan lebih andal dalam sebagian besar aplikasi industri dan mobile.
Pengetahuan tentang perbedaan kinerja berguna dalam menjelaskan komponen mana yang harus diterapkan dalam situasi tertentu.
Motor hidrolik biasanya lebih lambat tetapi memiliki torsi yang jauh lebih tinggi daripada sistem pompa. Hal ini memungkinkan motor hidrolik bekerja dengan baik pada siklus kerja tinggi, di mana kecepatan tidak sepenting pergerakan yang terkontrol.
Kecepatan suatu sistem dipengaruhi secara tidak langsung oleh pompa hidrolik, yang mengatur aliran, dan diubah menjadi kecepatan rotasi dengan bantuan motor.
Motor hidrolik juga unggul dalam tugas-tugas yang membutuhkan pengaturan kecepatan yang presisi di bawah beban dengan ukuran yang bervariasi. Motor ini mempertahankan gerakan yang stabil dengan resistensi yang bervariasi, sehingga sangat penting dalam menarik, menggerakkan, dan memposisikan mekanisme.
Ini bukan soal memilih yang satu daripada yang lain, melainkan soal seleksi. Meskipun demikian, hal ini memungkinkan pemahaman spesifikasi mereka untuk membuat desain sistem yang tepat.
Pompa hidrolik ditemukan di mana pun tenaga hidrolik harus dihasilkan, termasuk:
Biasanya, alat ini dipasang di dekat sumber daya listrik dan beroperasi terus menerus selama masa kerja.
Saat memilih motor hidrolik, para insinyur mempertimbangkan torsi keluaran, rentang kecepatan, peringkat tekanan, dan efisiensi. Dalam kasus pompa, laju aliran, kapasitas tekanan, dan kompatibilitas dengan penggerak utama lebih penting.
Pencocokan parameter yang tepat akan mencegah kehilangan energi dan ketidakstabilan sistem.
Sistem hidrolik akan lebih baik jika pompa, motor, katup, dan aktuator dirancang sebagai satu kesatuan. Baik ukuran komponen yang terlalu kecil maupun terlalu besar akan mengakibatkan panas berlebih, kebisingan, dan keausan dini.
Beban konstan pada bantalan dan segel cenderung menyebabkan keausan pada motor hidrolik. Kontaminasi dan kavitasi lebih mungkin merusak permukaan bagian dalam pompa, dan ini dapat terjadi dengan sangat cepat. Keduanya penting untuk diperhatikan dalam pemeriksaan rutin cairan dan filtrasi.
Output torsi menurun, dan motor terkadang diperbaiki atau dibangun ulang. Seiring dengan penurunan output aliran atau peningkatan tingkat kebisingan, pompa biasanya diganti. Pengetahuan tentang tanda-tanda ini memungkinkan untuk meminimalkan waktu henti dan perawatan.
Motor hidrolik dan pompa hidrolik dapat digunakan dalam sistem yang sama; namun demikian, keduanya digunakan untuk aktivitas yang sangat berbeda. Pompa menciptakan aliran dan menghasilkan tekanan, sedangkan motor mengubah tekanan tersebut menjadi gerakan mekanis yang teratur.
Memahami cara kerja dan letak semua komponen tersebut dapat membantu dalam membuat desain yang efektif, pengoperasian yang valid, dan fungsi sistem yang benar dalam jangka panjang. Ini bukan hanya pemilihan teknis motor atau pompa hidrolik yang tepat; ini adalah investasi penting dalam kinerja dan keandalan.
Kotak Surat Umum:info@changjia.com
Hubungi kami